oleh

Soal Deklarasi Din Syamsuddin Cs, GMNI : Bijaknya Sabar Tunggu 2024 Nanti

-Berita-12.818 views

Jakarta – Sejumlah mantan pejabat dan elit politik berkumpul dan mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Mereka menganggap Indonesia telah gagal dalam menyelesaikan persoalan yang ada saat ini. Mereka kembali mendeklarasikan diri di Lapangan Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Agustus 2020 pukul 10.00 WIB.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino menilai anggapan kelompok KAMI yang berpendapat bahwa Indonesia telah gagal itu adalah penilaian yang terlalu buru-buru. Pasalnya, saat ini menurut Arjuna, semua pihak sedang berupaya agar Indonesia segera bisa keluar dari masa pandami yang tidak diinginkan semua orang.

“Saya kira itu penilaian yang terburu-buru. Saat ini semua pihak sedang berupaya agar Indonesia bisa keluar dari pandemi Covid-19 ini. Tidak ada orang yang ingin pandemi Covid-19 yang menyusahkan semua orang ini terus melanda Indonesia”, ungkap Arjuna

Arjuna berharap berkumpulnya sejumlah mantan pejabat dan elit politik itu tidak hanya sekedar melakukan deklarasi. Namun juga menghasilkan ide-ide yang komprehensif agar Indonesia bisa keluar dari pendemi Covid-19. Karena menurut Arjuna, Covid-19 adalah masalah kita bersama.

“Beliau-beliau ini adalah mantan pejabat dan elit politik di negeri ini. Tentu kita berharap gerakan tersebut tidak sekedar deklarasi. Namun juga menghasilkan ide-ide yang komprehensif agar Indonesia bisa keluar dari masalah yang ada”, tutur Arjuna

Arjuna juga berharap bahwa gerakan ini bisa benar-benar menyelematkan Indonesia. Bukan sekedar gerakan politik kekuasaan. Yang hanya memanfaatkan situasi untuk merebut kekuasaan. Jika bertujuan untuk merebut kekuasaan menurut Arjuna, lebih bijak jika bersabar menunggu 2024.

“Sebagai bentuk oposisi partikelir, tentu kita berharap itu gerakan menyelamatkan Indonesia, menyelematkan rakyat. Bukan gerakan politik kekuasaan. Jika hanya sekedar merebut kekuasaan, lebih baik bersabar menunggu jadwal Pilpres 2024. Jangan menjadikan rakyat sebagai kuda tunggangan”, tutup Arjuna

Komentar

News Feed