by

Masyarakat Jangan Mudah Percaya dengan Narasi Berita yang Framing Jelekkan Pemerintah

-Nasional-24,633 views
1 / 100

JAKARTA – PANDEMl akibat menyebarnya virus covid-19 belum berakhir dan perkiraannya bisa sampai 1 atau 2 tahun lagi. Di tengah masa sulit, kaum radikal dan kelompok oposisi memanfaatkan momen ini untuk mempengaruhi banyak orang.

Mereka menjelek-jelekkan pemerintah dan mengajak masyarakat untuk ikut membencinya.

Mereka tak henti-hentinya menebar teror agar bisa memuluskan aksinya demi meraih tujuannya. Kondisi Indonesia yang masih dalam pandemi covid-19 dimanfaatkan dengan baik untuk membuat berita hoax, ujaran kebencian dan meneror pikiran rakyat agar ikut memusuhi pemerintah.

Presiden dan pemerintah dituduh telah gagal mengatasi corona. Mereka menyerang kebijakan pemerintah terkait hal tersebut.

Oleh karenanya, aktivis Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini meminta kepada masyarakat agar mudah percaya jika ada berita apalagi hanya bersumber dari media online. semua orang bisa menulis di internet, termasuk kaum radikal.

“Mereka memang sengaja memanfaatkan momen pandemi covid-19 untuk mengais simpati dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia agar turut membenci pemerintah dan terutama pada Presiden,” ujar mereka.

Caranya, kata dia, dengan membuat berita dan framing hoax dan narasi berita yang selalu mencela peraturan pemerintah.

“Jadilah orang yang cerdas ketika surfing internet. Jangan malah menyebarkan berita hasil forward di grup WA, karena kebenarannya dipertanyakan. Periksa dulu itu hoax atau bukan. Jika terbawa nafsu untuk meneruskan berita hoax, kum radikal malah senang karena berhasil memperluas pengaruhnya di dunia maya,” beber mereka.

Selain itu, kelompok mereka mengambil momen pandemi covid-19 untuk menyebarkan ajarannya yang sesat. Mereka sengaja membuat berita hoax dan menjelek-jelekkan pemerintah.

“Jangan mudah percaya pada kata-kata hasil broadcast karena bisa jadi itu berita palsu,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed