Mengurai Problem Pekerja Migran, BPIP Minta Political Will dari Semua Pihak

Nasional7,490 views
11 / 100

Batam – Salah satu permasalahan krusial dalam hal pelindungan Pekerja Migran Indonesia saat ini adalah masih maraknya penempatan ilegal nonprosedural. Oleh karenanya, upaya untuk memberantas sindikat penempatan ilegal Pekerja Migran Indonesia menjadi salah satu prioritas program Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia .dan diperlukan adanya penguatan koordinasi dalam upaya pemberantasan sindikat penempatan ilegal Pekerja Migran Indonesia maka Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menyelenggarakan diskusi publik dengan tema “Perang Semesta Melawan Sindikat Penempatan Ilegal Pekerja Migran Indonesia” untuk menguatkan koordinasi dan menegaskan tanggung jawab para stakeholder dalam upaya memberantas segala jenis kejahatan dan sindikat yang mengancam dan membahayakan para pahlawan devisa tersebut.

Dalam acara yang diselenggarakan pada Kamis 6 April 2023 tersebut hadir para tokoh bangsa sebagai Narasumber seperti Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia Mahfud M.D, politisi dan Aktivis Nahdatul Ulama, Yenny Wahid serta Staff Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Antonius Benny Susetyo Ini, dibahas tentang Dinamika serta masalah masalah yang dihadapi para Buruh Migran Serta upaya untuk bersama sama memetakan dan meramu mekanisme serta kebijakan yang dipandang baik untuk menjaga dan melindungi para buruh migran dalam upayanya mencari nafkah ke luar negeri di mana banyak terjadi situasi yang tidak menguntungkan dan bahkan membahayakan bagi para buruh Migran tersebut.

Dalam pembukaannya, Kepala BP2MI Benny Ramdhani menyatakan bahwa BP2MI senantiasa berkomitmen untuk tidak saja melindungi para pekerja migran namun juga menumpas habis praktek praktek jaringan dan mafia yang keberadaannya mengancam para pekerja migran, hal ini antara lain dibuktikan dengan pemecatan bagi para pegawai dan unsur dari BP2MI yang terlibat dalam usaha usaha illegal yang merugikan serta mengancam para pekerja migran.

“Dalam era keterbukaan ini seharusnya kita tidak lagi abai tentang praktek praktek Illegal berbahaya terkait Para Pekerja Migran yaitu praktek Ijon Rentenir dan sindikat penempatan pekerja migran. Permasalahan-permasalahan ini hendaknya dapat diselesaikan secara kolaboratif dengan sinergi kuat dari berbagai pihak, sehingga masalah-masalah ini dapat hilang secara permanen dalam dinamika kehidupan para pekerja migran, hingga para pahlawan devisa ini dapat mencari nafkah dengan tenang.” tegas Benny.

Benny menegaskan bahwa Pemerintah melalui BP2MI berkomitmen untuk selalu berusaha mengembalikan dan menjaga harkat dan martabat Para pekerja Migran karena sebagai penyumbang devisa negara berhutang budi kepada para pekerja migran.

Menkopolhukam, Mahfud MD sebagai Keynote Speaker menyatakan bahwa Perang semesta terhadap kejahatan terhadap Pekerja Migran memerlukan komitmen menyeluruh dari semua pihak untuk mencegah semua potensi kebahayaan yang mungkin dihadapi oleh 9 juta pekerja migran yang tersebar di seluruh Dunia.

“Rasio kasus yang tertangani dibandingkan dengan banyaknya pekerja migran sangat besar selisihnya hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumah para Stakeholder untuk menemukan mekanisme yang cepat dan tepat dalam merespon tiap tiap kasus yang melibatkan para pekerja migran yang tersebar di seluruh dunia, tidak bisa dipungkiri bahwa peningkatan kasus tindak pidana perdagangan Orang terjadi karena makin berkembangnya teknologi Informasi dunia yang sejalan dengan makin canggihnya modus operandi kejahatan terhadap para pekerja migran dengan memanfaatkan internet dan media sosial.” bebernya.

Mahfud MD juga menegaskan terkait perlindungan pekerja migran.

“Negara merdeka kita harus dapat menjamin harkat, martabat dan kemerdekaan setiap warganya, termasuk para pekerja Migran. Hendaknya peraturan dan kebijakan yang sudah dibuat benar benar dilaksanakan, dengan bekerja bersih dan penuh integritas hingga para pekerja migran dengan segala dinamika dan keberadaannya dapat benar-benar terlindungi.” tukas Mahfud MD.

Untuk selanjutnya, politisi dan aktivis kemanusiaan Yenny Wahid menyatakan bahwa pekerja migran adalah orang(orang paling berani di Indonesia, mereka berani menghadapi tantangan multidimensional demi menghidupi keluarga.

“Yang menyedihkan banyak dari mereka bukan mendapat sejahtera yang diharapkan tetapi malah masuk ke lingkaran kejahatan seperti Human Traficcking, perbudakandan mafia organ. Para pekerja Migran yang dalam keberadaannya mengesampingkan sedikit kedaulatan sebagai manusia merdeka demi menghidupi keluarga justru menjadi komoditas dan kehilangan harkat dan martabat sebagai Manusia.” ujar Yenny.

Yenny menambahkan, para pekerja migran tersebut menjadi sekedar angka dan komoditas bagi para sindikat dan mafia perdagangan manusia, dan karenanya semua pihak yang terlibat dalam lingkaran yang mereduksi kemanusiaan tersebutlah yang harus mendapatkan sanksi yang berat.

“Untuk selanjutnya perlu ada political will melaksanakan segala jenis regulasi yang telah dibuat terkait dinamika para pekerja migran hingga kita tidak perlu kembali terlibat dalam pembicaraan remeh temeh yang membuang waktu, namun kita bersama-sama dapat melaksanakan segala Action Plan agar masalah terkait para pekerja Migran dapat segera diselesaikan.” tegas Yenny.

Para stakeholder dan pembuat kebijakan, menurut Yenny, hendaknya dapat menggalang kekuatan sosial dan masyarakat sehingga upaya penghentian kejahatan terhadap pekerja migran ini dapat bergerak dan terlaksana dengan baik hingga dapat menjangkau dan membersihkan sudut tergelap masyarakat dimana segala jenis jaringan dan modus operandi kejahatan terhadap para pekerja Migran berada .

Untuk selanjutnya,Staff Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo dalam paparannya menyatakan bahwa Perlu ada political will dari semua pihak untuk dapat bersepakat dengan negara dengan berani membongkar sindikat perdagangan manusia.

Momentum perang Semesta menurut Doktor Komunikasi Politik ini dapat digunakan untuk bergerak bersama memberantas para sindikat, yakni para cukong yang main mata dengan aparat nakal untuk memuluskan kejahatannya.

“Negara dan masyarakat sebenarnya sudah mengetahui pangkal masalah dari kejahatan terhadap pekerja Migran ini dan dengan regulasi dan kebijakan yang dimiliki pemerintah, kita sebenarnya mampu memberantas jaringan kejahatan ini, namun seringkali para pihak dengan sengaja mengabaikan kenyataan ini karena menganggap fenomena kejahatan terhadap pekerja migran ini adalah masalah yang kompleks dan bukan urusan mereka.” beber Benny.

Padahal, menurut Benny dengan diam dan memalingkan pandangan, kita sama saja mengingkari kejahatan dan mengingkari kejahatan sesungguhnya melukai wajah Tuhan karena tidak mencintai dan menjaga martabat sesama manusia ciptaan Tuhan .

Untuk selanjutnya Staff Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang dikepalai oleh Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. ini menyatakan bahwa semua Pihak yang terlibat dapat bermusyawarah dan membuat keputusan untuk usaha memberantas mafia pekerja migran.

“Dengan memberikan hukuman yang jelas dan aksi nyata dan menyeluruh seperti putus sumber-sumber keuangan pada cukong dan aparat nakal, sita asset mereka dan berikan hukuman seberat-beratnya hingga menjad efek jera sebagai upaya dalam memerangi kejahatan terhadap kemanusiaan ini.” tandasnya.

Menutup paparannya dalam diskusi yang dihadiri oleh kurang lebih 300 orang para Stakeholders dari kementerian, lembaga dan unsur unsur kemasyarakatan seluruh Indonesia ini Benny mengatakan bahwa perlu pendekatan yang lebih dari sekedar norma hukum, namun dengan norma kemanusiaan dan political will yang utuh dengan aksi nyata dari para stakeholder untuk menumpas semua mafia kejahatan terhadap para buruh migran.

“Perlu politic properties dimana para agamawan dengan berani berkata dan menjaga para umatnya untuk tidak tergoda dan berani memerangi Para sindikat dan pelaku kejahatan terhadap pekerja Migran. Sudah waktunya kita berani menyatakan bahwa hitam adalah hitam dan putih adalah putih hingga kita tidak lagi melukai hati Tuhan dengan menginjak-injak hak-hak kemanusiaan para pekerja migran.” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *