Tingkatkan Kesejahteraan Petani, APKASINDO Dukung Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat

Nasional21,141 views
6 / 100

JAKARTA – Merespon rendahnya serapan program strategis Presiden Jokowi yakni Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menginisiasi diskusi kupas tuntas PSR.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APKASINDO mengadakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat yang telah diadakan pada tanggal 21 hingga 23 Februari 2023 di Lancang Kuning Ballroom Furaya Hotel, Pekanbaru.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana FGD, Ir. Kawali Tarigan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya aktif APKASINDO untuk mensukseskan program yang sangat penting bagi petani sawit baik explasma maupun petani swadaya.

Namun disayangkan karena serapan program PSR tahun 2022 mencatat sejarah sebagai tahun dengan serapan PSR terendah. Bahkan di provinsi Riau sebagai provinsi dengan kebun sawit rakyat terluas, mencatat 0% serapan PSR tahun lalu.

“Itulah makanya kita adakan kegiatan ini, dengan mengundang semua stakeholder terkait, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengusaha dan khususnya petani sawit wilayah Riau,” terang Kawali sembari geladi bersih di Lancang Kuning Ballroom Furaya Hotel.

FGD yang didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ini dijadwalkan akan mengupas semua topik penting, mulai dari persyaratan, aspek hukum, teknis pelaksanaan, hingga dukunga supply pupuk dan bibit yang tepat, menjadi rangkaian kegiatan PSR pertama yang mengkupas tuntas mengenai peremajaan sawit rakyat.

Karenanya, APKASINDO menghadirkan narasumber ahli bertabur bintang berkelas nasional yakni Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Bidang Perekonomian RI, Dr. Ir. Musdhalifah Macmud, MT., Komisi XI DPR RI, H. Abdul Wahid, S.Pd.I,M.Si.,Direktur BPDPKS, Eddy Abdurachman, Direktur Jenderal Planologi Kehutanan & Tata Lingkungan KLHK, Dr. Ir. Ruandha Agung Sugadirman.M.Sc., Tim PSR Ditjebun.

Menurut Kawali kegiatan dihadiri 250 orang dari 11 Kabupaten/Kota se-provinsi Riau yang terdiri dari petani kelapa sawit, dinas terkait provinsi Riau, dinas terkait Kabupaten/Kota se-Riau, kelembagaan petani sawit, asosiasi petani kelapa sawit, bisnis/pelaku usaha kelapa sawit.

Diharapkan, setelah dilaksanakan FGD ini akan menghasilkan rumusan solusi dalam bentuk praktis atau langkah nyata bagi petani sawit untuk dapat mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat dengan lebih lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *