Mahfud MD : Polisi Mogok Setengah Hari, Negara Bisa Bubar

Nasional22 views
6 / 100

Jakarta – Viral! Pernyataan Menko Polhukam, Mahfud MD, mengenai oknum polisi nakal masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Dalam video yang beredar, Mahfud MD, yang kini resmi menjadi cawapres Ganjar Pranowo itu dengan tegas menyatakan bahwa dari sekitar 700.000 jumlah anggota polisi, oknum nakal hanya sebagian kecil dan lebih banyak yang baik.

“Hanya sekitar 0,001% dari total polisi yang mungkin nakal, selebihnya baik-baik,” kata Mahfud dalam videonya yang dikutip.

Menurut Mahfud semestinya, masyarakat juga melihat polisi dalam perspektif humanisme. Contohnya seperti ada anggota Polisi yang bukan perwira tinggi namun memberikan contoh nyata dengan menyumbangkan gajinya kepada para orang tua jompo.

Tak hanya itu, ada juga cerita polisi yang berkendara sepeda motor ‘eklek-elek’ alias motor buntut namun memiliki hati yang tulus. Lantaran membangun rumah yatim dan menyediakan makanan hari-harinya bagi para anak yatim dengan penuh keikhlasan.

“Saudara pikirnya Sambo aja. Banyak kok yang bagus. Sekarang begini aman karena banyak polisi yang baik,” ungkap Mahfud.

Mahfud menekankan, masyarakat perlu mengubah perspektif mereka tentang Polisi. Mengingat banyak polisi yang sudah berdedikasi tinggi untuk menjaga keamanan di Republik ini.

Sebaliknya, lanjut Mahfud, jika polisi terus diperlakukan tidak adil, seperti dihina atau dicap jelek oleh masyarakat, dampaknya bisa sangat buruk. Contohnya andaikan Kapolri mengumumkan anggotanya mogok setengah hari, dalam waktu singkat, maka ia mamastikan negara bisa langsung bubar lantaran meluasnya kasus kejahatan tanpa adanya penindakan.

“Saudara belum setengah hari negara sudah hancur. Karena kalau ada orang perkosa orang dilapor polisinya cuti. Kantor Presidennya diganggu, setelah 6 jam buka selesai sudah bubar negara,” tandasnya.

Jadi, Mahfud MD mengajak semua pihak agar jangan memandang Polisi dengan mata buruk, karena banyak di antara mereka yang menjalankan tugas dengan baik dan penuh dedikasi tinggi dalam membangun sistem yang lebih baik.

“Kamu nggak apa-apa punya pemerintah jahat daripada tidak ada pemerintah gitu kira-kira kalau Sunnah Wal Jamaah itu memahaminya. Tidak Fatalis lalu babad habis. Pelan-pelan, tegas tetapi jelas arah nya teratur dan terukur,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *