Polda Sulteng Pastikan Tak Ada Intel yang Menyusup di Rapat Internal PDIP Palu

Nasional19 views
7 / 100

Jakarta – Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menanggapi pernyataan Deputi Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud Md, Todung Mulya Lubis, soal dugaan adanya anggota intelijen kepolisian yang menyusup di rapat internal PDIP Palu. Polda Sulteng dengan tegas membantah dugaan tersebut.

“Kaitannya dengan ada intel yang susupi itu, kami jawab tidak ada,” tegas Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Djoko Wienartono, Rabu (22/11/2023).

Dia menuturkan siang ini Kapolda Sulteng Irjen Agus Nugroho juga rencananya akan menggelar konferensi pers untuk meluruskan informasi tersebut. Djoko menambahkan konferensi pers rencananya juga akan melibatkan pihak Bawaslu dan DPD PDIP Sulteng.

“Lebih lengkapnya menunggu klarifikasi dari Pak Kapolda, pihak Bawaslu dan Pak Muharram Nurdin (Ketua DPD PDIP Sulteng),” ujar Djoko.

Sebelumnya Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis, mengaku menerima laporan soal Kantor PDIP di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) didatangi polisi saat acara internal partai berlangsung. Laporan itu diterimanya dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

“Tadi mendapatkan berita bahwa saudara Hasto Kristiyanto Sekjen PDIP, yang minggu lalu itu mengadakan kunjungan ke Palu, kunjungan kerja sedang memberikan pengarahan ya, di DPC PDIP Palu. Nah ketika dia melakukan itu, kantor DPC PDIP Palu itu didatangi oleh 8 orang polisi. Itu acara internal PDIP,” ujar Todung di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jalan Cemara Nomor 19, Jakarta, Selasa (21/11) malam.

Dia juga menyebut mendapatkan informasi soal adanya anggota intelijen kepolisian dalam rapat internal partai. Todung Mulya Lubis menegaskan hal tersebut tak bisa dibiarkan.

“Mereka masuk ke ruangan, ada sebagian yang di luar. Tapi sebelumnya sudah ada juga yang datang ke kantor DPD PDIP di sana, dan konon katanya ada intel yang duduk di sana di dalam rapat PDIP di Palu,” sebut Todung.

“Menurut saya hal-hal semacam ini mungkin tak banyak diberitakan, tapi dirasakan oleh banyak pihak. Ini tidak bisa dibiarkan karena sudah ada cerita-cerita yang lain, laporan atau berita yang lain tentang pelanggaran netralitas,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *