Deklarasi Pemilu Damai 2024, BEM UMT Berterima Kasih ke Presiden dan TNI-Polri atas Komitmen Jaga Netralitas

Nasional12 views
7 / 100

Tangerang – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tangerang (BEM UMT) menggelar seminar Refleksi Pemilu Damai bertema “Wujudkan Pemilu sebagai Pemersatu” di Gedung KNPI Sukasari Tangerang, Banten, Sabtu (23/12/2023).

Kegiatan seminar tersebut dihadiri beberapa tokoh mahasiswa dari UMT yakni Revina Kusuma Anggraini Gubernur BEM UMT, Ari Dwi Handoyo Ketua Iluni BEM Fisip UMTz M. Fazil Alfarizki Gubernur BEM Fisip UMT, Erick Anggota BEM Fisip UMT, Ibnu Albar Masyid BEM Fisip UMT, Siti Amelia BEM Fisip UMT, Taufiq Zamaludin BEM Fisip UMT, Zahran Alfarizi BEM Fisip UMT, M. Asrul Haruna BEM Fisip UMT, Abriel S BEM Fisip UMT dan Jordy Ketua BEM Fakultas Hukum UMT.

Ketua BEM Fakultas Hukum UMT Jordy menjelaskan soal sejarah demokrasi pertama kali di populerkan oleh bangsa Yunani yang berada di negara kota Athena. Menurutnya, konsep Demokrasi Secara Garis Besar dibagi 2 yaitu Demokrasi secara langsung, Demokrasi perwakilan.

“Demokrasi murni merupakan demokrasi yang bermodalkan Athena. Karena segala sesuatu kebijakan dan pemilihan pemimpin, benar-benar diterapkan berdasarkan pemilihan secara langsung, bukan hanya secara harfiah, melainkan secara teknis lapangan,” katanya.

Sementara itu Pemilu Romawi, lanjut Jordy, merupakan pemilu yang bersifat secara perwakilan Yang dimana metode pemilihan pemimpinnya, bersifat perwakilan dimana masing-masing dari provinsi, mengirimkan dua orang wakil untuk memilih pemimpin nya. Hal ini diterapkan oleh negara Amerika di era modern.

“Adapun Konsep tianmen, Tianmen merupakan filosofi cina yang berarti mandat dari langit..Yang dimana di kepercayaan cina, seorang pemimpin merupakan orang yg diberikan mandat oleh Tuhan untuk memimpin rakyat. Sehingga masyarakat nya bisa bersatu dan tidak terdapat konflik, orang yang di bela nya tidak berhasil menjadi pemimpin,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Dekan UMT berpesan soal langkah yang harus diambil agar bisa memberikan efek pemilu Damai demi bersatunya bangsa. Yakni dengan cara menanamkan paham agama ke tiap masyarakat.

“Agar masyarakat bisa menerima dan bersatu ketika orang yang dia usung, tidak berhasil menjadi pemimpin seperti yang dilakukan oleh kepercayaan china,” katanya.

Disela-sela acara, juga dibacakan deklarasi Pemilu Damai yang disampaikan Gubernur BEM UMT Revina Kusuma Anggraini yang berisikan :

Hidup mahasiswa !!
Hidup Rakyat Indonesia !!
Hidup wanita yang melawan!

Salam hormat bagi kita semua , seperti kita ketahui bahwa Pemilu 2024 akan segera berlangsung, maka itu Kami butuh seperti Panita Penyelenggara pemilu , Pemerihtah dan aparat Negara Seperti TNI/POLRI dalam mengamankan menertibkan , dan memberikan pengayoman kepada masyarakat serta menunjukan Netralitas agar terjamin hak masyarakat dalam melaksanalan Pemilu tahun 2024 dan pada saat ini mendukung adanya Pemilu damai 2024, pejabat pemerintah, penyelanggara pemilu serta TNI / Polri sudah membuktikan kepada masyarakat bahwa mampu menjalin keamanan agar terlaksananya Pemilu 2024 sehingga seluruh masyarakat indonesia merasa aman dan tentram, oleh karena itu Kami BEM Fakultas Hukum serta Mahasiswa lainnya mengucapkan:

1. Terimakasih Kepada Pemerintah, Pejabat mulai dari Presiden Joko Widodo, beserta Kabinet Indonesia maju atas pengabdiannya kepada NKRI;

2. Kami Ucapkan terimakasih kepada penyelenggara pemilu tahun 2024 mendatang;

3. Terimakasih atas Netralitas Pemilu 2024 kepada Tentara Nasional Republik Indonesia, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia;

4. Kami Mahasiswa Fakultas Hukum UMT mendukung Pemilu damai yang mampu mempersatukan bangsa.

SEKIAN DARI KAMI BEM UMT DAN MAHASISWA LAINNYA , ASSALAMUALAIKUM WR,WB
Hidup Mahasiswa !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *